Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juni 2012

6 Minuman untuk Kesehatan Jantung


KOMPAS.com - Faktor genetik dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi kabar baiknya, penyakit ini sebagian besar dapat dicegah. Kita mungkin pernah mendengar nasihat bijak yang mengatakan, untuk menjaga jantung tetap sehat, maka harus mengonsumsi makanan begizi dan teratur berolahraga.
Namun bukan cuma perubahan gaya hidup yang dapat lakukan untuk menekan risiko sakit jantung. Apa yang Anda minum juga bisa membuat perbedaan. Berikut ini adalah beberapa jenis minuman yang disarankan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung :

1. Kopi
Mungkin hal ini sepintas terdengar aneh. Tapi tahukah Anda bahwa kopi memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi ketimbang kakao atau teh? Mengonsumsi kopi dalam jumlah yang tepat dapat menghambat peradangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Sebuah studi jangka panjang dan berskala besar, di mana melibatkan lebih dari 83.000 perempuan menunjukkan bahwa minum 2 cangkir kopi setiap hari dapat memangkas risiko terkena stroke 20 persen lebih rendah ketimbang mereka yang sedikit minum kopi atau tidak sama sekali.
Saran : Meminum antara 2 hingga 4 cangkir kopi per hari termasuk kategori moderat. Tetapi jika Anda mengalami insomnia, gelisah dan kelelahan, cukup minum satu gelas saja.

2. Jus delima
Belakangan ini reputasi jus buah delima semakin melonjak dan memikat para peneliti gizi. Betapa tidak, para pakar dari University of California menemukan bahwa, kapasitas antioksidan jus delima tiga kali lipat lebih tinggi ketimbang anggur merah dan teh hijau. Bahkan penelitian awal menunjukkan, konsumsi rutin jus buah delima dapat menurunkan kolesterol, mengurangi plak arteri (faktor risiko untuk penyakit jantung), dan meningkatkan aliran darah ke jantung.
Saran: Jika memungkinkan, hindari tambahan pemanis saat membuat jus delima.

3. Anggur merah (red wine)
Anggur merah mengandung banyak senyawa yang dapat melindungi kesehatan jantung, termasuk di antaranya resveratrol. Resveratrol memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah di jantung serta membantu mencegah pembentukan penggumpalan darah. Beberapa bukti juga menunjukkan, konsumsi anggur merah dalam jumlah yang moderat dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Saran: Untuk perempuan, dianjurkan tidak lebih dari 1,5 gelas perhari. Sedangkan untuk pria, tidak lebih dari 2 gelas.

4. Teh hitam

Teh hitam dihasilkan melalui proses fermentasi setelah daun dipanen lalu dikeringkan. Pengolahan ini mengubah komposisi kimia dari daun, sehingga menghasilkan beberapa antioksidan kuat yang membantu mendukung kesehatan jantung. Teh hitam telah terbukti mengurangi risiko stroke, mengurangi LDL (kolesterol jahat), memperbaiki fungsi pembuluh darah, dan meningkatkan aliran darah dalam arteri koroner.
Saran : Semakin lama Anda mencelupkan teh, maka semakin besar manfaat fitokimia yang diperoleh. Oleh karena itu, menyajikan teh dengan air panas akan jauh lebih baik sekaligus menjaga kandungan antioksidan tetap terjaga. Minum beberapa cangkir teh hitam setiap hari dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Teh hijau
Seperti teh hitam, teh hijau mengandung banyak antioksidan yang baik untuk jantung. Perbedaan utamanya adalah bahwa teh hijau tidak difermentasi. Sebuah studi tahun 2004 menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah yang banyak dapat mencegah resiko penyakit arteri koroner. Ada banyak penelitian yang menghubungkan konsumsi teh hijau dengan kolesterol rendah, pencegahan pembekuan darah dan stroke.
Saran: Minum 1-3 cangkir teh hijau sehari.

6. Air
Dehidrasi dapat berkontribusi pada beberapa faktor risiko untuk penyakit jantung koroner, termasuk darah kental. Ketika Anda sedang mengalami dehidrasi, darah akan menjadi lebih kental. Kondisi ini membuat hati Anda mengeluarkan lebih banyak energi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Bahkan, dehidrasi kronis dapat menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Saran:  Banyak ahli merekomendasikan setidaknya dalam sehari seseorang harus minum 8-10 gelas air (untuk dewasa).  Tetapi rekomendasi jumlah yang harus diminum  tidak bisa berlaku pada setiap orang dan setiap kondisi.  Yang pasti, jangan biarkan tubuh Anda sampai mengalami dehidrasi. Anda juga dapat menambahkan jus atau air perasan lemon ke dalam air hangat untuk menambahkan cita rasa sekaligus memeroleh manfaat peluruhan dan antioksidan.

Rabu, 03 Desember 2008

KANKER PADA WANITA

Kanker pada perempuan umumnya teradi padaalat-alat reproduksi, meskipun selruh bagian tubuh sebenarnya dapat saja terkena kanker karena kanker berasal dari pertumbuhan sel yang tidak normal. Tubuh kita secara teratur memproduksi sel baru untuk menggunakan sel yang rusak atau mati. Secara normal sel-sel yang diproduksi tubuh tumbuh dan berkembang dengan cara yang tetap, yaitu dengan jumlah yang tertentu dalam suatu periode tertentu. Namun kadang kala ada pertumbuhan sel yang tidak normal, yatu lebih cepat dari seharusnya, lebih banyak dari seharusnya, ataupun lebih lambat dan kurang dari seharusnya. Hal ini yang terjadi akibat factor bawaan ataupun factor lingkungan.
Berikut berbagai kanker yang terjadi pada alat-alat reproduksi yang harus diketahui:
a. Kanker payudara
Berasal dari kelenjar , saluran kelenjar atau jaringan penunjang payudara.Tanda-tanda kanker payudara dapat kita ketahui dengan berbagai gejala. Pada stadium dini adalah adanya benjolan kecil di payudara. Sementara jika sudah memasuki tahap lanjut banyak tanda yang bias dilihat antara lain bentuk dan ukuran payudara berubah, ada benjolan yang melekat pada payudara, ada luka yang sudah lama pada payudara dan tidak sembuh dengan pengobatan biasa, atau putting susu tertarik kedalam, serta kulit payudara terlihat mengkerut seperti kulit jeruk.
Dalam sebuah seminar, DR.dr. Laila Nuranna, Sp.OG (K) menyatakan perempuan yang beresiko tinggi terkena kanker payudara adalah mereka yang:
• Berusia diatas 35 tahun
• Tidak Kawin
• Menikah tapi tidak pernah melahirkan anak
• Tidak pernah menyusui
• Pernah melakukan terapi hormone dalam jangka waktu lama
• Ras Kaukasian beresiko lebih tinggi
• Pernah operasi tumor jinak payudara
• Radiasi Dada
• Menars (haid pertama) kurang dari 12thn
• Menopause (mati haid) diatas 55 thn
Deteksi dari kanker payudara dapat dilakukan dengan dua cara:
1. SADARI (Periksa Payudara ), yang sebaiknya dilakukan satu bulan sekali, satu minggu setelah masa haid.
2. MAMMOGRAFI, yang dianjurkan untuk dilakukan dua tahun sekali bagi perempuan berusia 40 tahun ke atas. Pemeriksaan mammografi ini dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan yang mempunyai fasilitas mammogram.

b. Kanker Leher Rahim
Tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim (serviks), yaitu bagian ujung bawah badan rahim. Penyebab terbesar kanker serviks adalah virus papiloma manusia (HPV). Beberapa factor yang membuat seorang perempuan relative mudah terkena virus HPV adalah:
1. Melakukan hubungan seks di usia muda atau kurang dari 20 thn.
2. Sering berganti pasangan seks
3. Berhubungan dengan laki-laki yang sering berganti pasangan seks
4. Sering melahirkan
5. Kurang menjaga kebersihan alat kelamin
Tanda-tanda kanker serviks:
Pada stadium awal sering tidak menunjukkan gejala khas tapi bias juga dimulai dengan adanya keputihan yang berkelanjutan. Sementara pada stadium lanjut tanda yang dikenali adalah pendarahan sesudah ssenggama, atau pendarahan sesudah monopouse, dan adanya cairan kekuningan ,merah muda, berbau dan bercampur darah yang keluar dari vagina.
Deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Pap Smir: caranya dilakukna dengan mengambil cairan atau lender dari dinding rahim yang mengandung sel-sel pelapis dinding leher rahim. Hasil usapan ini lalu diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel dari kanker leher rahim.
2. IVA 9ianspeksi visual dengan asasm asetat): dilakukan dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulasnya dengan asam asetat 3-5%. Jika setelah pemulasan ada perubahan warna (tampak bercak putih) maka kemungkinan besar terdapat prakanker leher rahim.


c. Kanker indung telur
Terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel dari ovarium. Umumnya kanker ovarium ini berbentuk kista , yaitu benjolan abnormal seperti balon yang berisi cairan, karena masyarakat mengenal awalnya sebagai kista ovarium. Kista ovarium pertumbuhannya disertai bagian padat sering bersifat ganas dan akhirnya disebut kanker ovraium yang mampu menyebar ke organ-organ lain yang dekat maupun jauh.
Tanda-tanda kanker ovarium:
Sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala sampai waktu tertentu. Maka lebih dari 70% penderita kanker kanker ovarium ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Gejala-gejala pada pada stadium lanjut adalah haid tidak teratur, pembesaran perut, rasa tertekan dibagian perut, mual gangguan buang air besar, dapat juga disertai sesak nafas kaerna adanya penyebaran sindroma di paru. Factor resiko kanker ovarium paru adalah penggunaan pil KB berkepanjangan, pengunaan hormone ekstrogen, penggunaan talc di genital.
Menurut DR lailahingga saat ini belum ada metode baku untung skrinning kanke ovarium sekalipun di tingkat dunia. Namun tetap ada upaya deteksi dini yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan periksa dalam ginekologi , pemeriksaan darah, dan USG transvaginal.

d. Kanker badan rahim
Ini adalah kanker ynag diakibatkan oleh pertumbuhan abnormal yang bersifat ganas dari lapisan dalam rongga badabn rahim (endomatrium). Umumnya terjadi pada usia post monopouse (usia setelah ati haid. Dapat juga terjadi pada usia yang lebih muda, sebesar 5% terjadi pada usia kurang dari 40 thn. Tanda dari kanker ini adalah pendarahan vagina pada usia monopouse. Hampir 20 pendarahan pada usia monopouse diakibatkan oleh kanker ini.
Mereka yang beresiko terkena kanker ini adalah perempuan usia monopouse yang terpapar estrogen, menderita obesitas, riwayat kelaurga penderita kanker serupa, dan monopouse diatas usia 52 thn. Deteksi dini kanker ini hanya dapat dilakukan dengan ultrasonografi. Jika didapati ketebalan endometrium lebih dari 5mm maka kemungkinan terdapat kanker.

Diluar dari berbagai deteksi dini dari berbagai jenis kanker diatas, sebenarnya ada gejala-gejala umum yang yang perlu diwaspadai sebagai adanya kanker dalam tubuh kita, yaitu:
1. Ada perubahan atau gangguan pada kebiasaan buang air kecil dan besar.
2. Susah menelan, alat pencernaan terganggu.
3. Suara serak atau batuk yang tidak sembuh-sembuh.
4. Adanya benjolan dibagian tubuh tertentu.
5. Adanya tahi lalat yang semakin membesar dan gatal
6. Ada darah atau lender yang tidak normal keluar dari lubang-lubang tubuh


Taken from Noor Megazine